I made this widget at MyFlashFetish.com.


Selasa, 06 Oktober 2009

Etnis Tionghoa: Kalau PKS Saya Percaya

Tak jarang para pengendara sengaja memanggil sukarelawa PKS, padahal sebelumnya sudah mondar-mandir sukarelawan organisasi lain ke dekat mobil atau motornya.


PK-Sejahtera Online: Joko dan seorang pengendara mobil mewah beradu tatap. Tangan si pengendara keturunan Tionghoa kemudian mulai merogoh sakunya. Namun mendadak berhenti. Berganti matanya serius mengeja huruf demi huruf di kertas yang menempel di kardus milik Joko. Tak lama, ia pun mulai membuka perlahan kaca mobilnya seraya memasukan Rp 50 ribu ke kardus, sambil bertutur “Kalau PKS saya percaya”.

Itulah sekelumit kisah penggalangan dana yang dilakukan kader-kader PKS Batam untuk membantu para korban gempa bumi berkekuatan 7,6 skala richter yang mengguncang beberapa wilayah di Sumatra Barat. Dari menjelang siang sampai malam mereka bergantian “shift” mengejawantahkan kepedulian.

Gempa yang diprediksikan bakal merenggut sekira 4000 nyawa ini memang begitu menyedot perhatian dan empati. Di jalanan Batam pun ada begitu banyak organisasi yang ikut turun ke jalan menggalang dana bantuan.

Namun “nama besar” PKS rupanya masih bisa diandalkan oleh para “donator jalanan”. Buktinya banyak sekali para penyumbang yang membaca dahulu kalimat yang lekat di kardus para sukarelawan. Tak jarang para pengendara sengaja memanggil sukarelawan PKS, padahal sebelumnya sudah mondar-mandir sukarelawan organisasi lain ke dekat mobil atau motornya.

Di sela-sela lampu hijau, seorang sukarelawan curhat. Siswi OSIS SMP Islam Terpadu di bilangan Tiban itu mengatakan, “Om kok bisa dapat banyak sih?” “Yang gesit dan kasih senyum dong”, jawab saya sekenanya. Meski dalam hati menduga, ini lebih karena faktor “bendera” PKS.

Meski ada juga sebagaian pengendara yang apatis atau bahkan tidak menaruh kepercayaan. Itu adalah bagian dari potret hidup kehidupan dalam memandang suatu kejadian.

Penjual Koran dan minuman pun “welcome” dengan keberadaan sukarelawan PKS. Sering kali ia memanggil saya memberi tahu ada pengendara yang akan kasih bantuan, meski ia harus gigit jari jajakannya sementara tak laku.

Dan ada satu hal yang membuatnya dapat pelajaran, yaitu setiap waktu sholat tiba para sukarelawan PKS itu menghentikan aktivitas penggalangan dana. Mereka berganti menggalang pahala menunaikan kewajiban kepada Tuhannya. Sholat dulu pak. I … iya, jawab penjual Koran terbata-bata.

Ungkapan seorang keturunan Tionghoa itu adalah sebuah harapan. “Takjubnya” tukang Koran melihat kita berhenti dan bergegas sholat juga adalah sebuah keluarbiasaan. Dan itu hanya bagian kecil dari masyarakat yang memilki asa yang sama kepada PKS. Semoga dapat kita bisa menjaga dan menularkannya. (isy)

Presiden PKS Kunjungi Korban Gempa

"Ada 467 relawan, Bantuan berupa uang 500 juta rupiah, tenda darurat, dapur umum dan Rumah Sakit darurat bekerjasama dengan BSMI. Sertaan 8 unit ambulans. Sementara ini, ada 13 Posko PKS di Padang, 15 posko di Pariaman dan 3 posko di Kabupaten Agam", pungkasnya.

PK-Sejahtera Online: Presiden PKS Tifatul Sembiring, Senin (5/9) mengunjungi korban Gempa di Kelurahan Tarantang, Kecamatan Lubuak Kilangan, Padang, Sumatera Barat. Dalam kesempatan itu Tifatul menyerahkan bantuan sembako.

Daerah Tarantang ini termasuk kawasan sangat parah, namun karena lokasinya agak ke kampung, sehingga bantuanpun sangat minim. Pada saat berdialog dg warga setempat, salah seorang ibu mengeluhkan belum adanya bantuan dari Pemerintah maupun dari para relawan.

Pada kesempatan itu Tifatul membagi2kan uang pecahan Rp 5.000 untuk anak2 korban gempa setempat, mereka sontak berlarian untuk mendapatkan uang Rp 5.000 tersebut.

"Ini sekedar menghibur hati anak2", ujar Tifatul.

Ketika ditanya wartawan, berapa jumlah kader PKS yang diturunkan pd masa tanggap darurat ini. "Ada 467 relawan, Bantuan berupa uang 500 juta rupiah, tenda darurat, dapur umum dan Rumah Sakit darurat bekerjasama dengan BSMI. Sertaan 8 unit ambulans. Sementara ini, ada 13 Posko PKS di Padang, 15 posko di Pariaman dan 3 posko di Kabupaten Agam", pungkasnya.

Tifatul meminta pemerintah, khususnya Depsos, untuk segera meminta bantuan aparat TNI/Polri, yang lebih gesit bekerja membantu distribusi bantuan. "Saya dengar bantuan di gudang sudah menumpuk, tapi di daerah Pariaman masih banyak yang tidak kebagian jatah makanan, untuk tanggap darurat ini perlu memotong rantai2 birokrasi dan terobosan2 yang lebih efektif", ujar Tifatul

Senin, 05 Oktober 2009

Melunak, PKS Bantah Dapat Kepastian Hidayat Jadi Menteri

"Kami memutuskan tidak mengusulkan calon pimpinan MPR 2009-2014. Meski demikan kami tetap menghormati persidangan ini," kata Zulkieflimansyah saat menyampaikan pandangan fraksinya.

Jakarta - Dalam sidang paripurna pemilihan pimpinan MPR, PKS abstain dan tidak mengajukan nama-nama calon pimpinan. Padahal, sebelumnya partai dakwah ini ngotot memajukan anggota majelis syuronya Hidayat Nur Wahid sebagai Ketua MPR.

Wasekjen PKS Zulkieflimansyah membantah melunaknya sikap tersebut dikarenakan PKS sudah mendapat kepastian dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa Hidayat akan menjadi menteri dalam kabinet mendatang.

"Nggak, nggak (ada kepastian), biasa-biasa saja. Kita ingin memuliakan kebersamaan," kata Zulkieflimansyah saat dihubungi detikcom, Senin (5/10/2009).

Zul, sapaan akrabnya, juga menambahkan belum ada pembicaraan antara PKS dan SBY terkait menteri dan kabinet mendatang.

"Belum. Itu urusan SBY dan Tifatul (Presiden PKS-red)," ujarnya.

Dalam sidang paripurna pemilihan pimpinan MPR 3 Oktober malam, semua fraksi kecuali PKS mengusulkan 1 paket calon pimpinan dengan nama-nama yang sama. Mereka adalah Taufiq Kiemas (Ketua MPR), Hajriyanto Tohari (Wakil Ketua dari Golkar), Melani Lemeina Suharli (Wakil Ketua dari Demokrat) dan Lukman Hakim Saefuddin (Wakil Ketua dari PPP), dan Farhan Hamid (Wakil Ketua dari DPD).

"Kami memutuskan tidak mengusulkan calon pimpinan MPR 2009-2014. Meski demikan kami tetap menghormati persidangan ini," kata Zulkieflimansyah saat menyampaikan pandangan fraksinya.

Meski demikian, PKS berharap ke depan pimpinan MPR dapat menjaga ideologi Pancasila dan mengawal keutuhan bangsa dalam bingkai kebhinnekaan.

Minggu, 04 Oktober 2009

Awan Subarkah Wakil Ketua DPRD, M. Fauzan Ketua Fraksi


"Kombinasi Awan Subarkah, S.TP dan M. Fauzan, diharapkan memberi dampak positif terhadap peningkatan kinerja PKS di parlemen," ungkapnya lagi.

Posisi wakil ketua DPRD Kota dan Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Banjarmasin akhirnya ditetapkan. Dalam keputusannya, Ketua DPD PKS Kota Banjarmasin, H. Haryanto, juga menyampaikan komposisi Fraksi PKS DPRD Kota Banjarmasin.

Adapun komposisi Fraksi PKS DPRD Kota Banjarmasin :
- M. Fauzan (Dapil Banjarmasin Tengah)
- Mathari, S. Ag (Dapil Banjarmasin Barat)
- H. Mushaffa Zakir, Lc (Dapil Banjarmasin Utara)
- Awan Subarkah, S.TP (Dapil banjarmasin Timur)
- Aliansyah (Dapil Banjarmasin Selatan)

PKS Abstain

Kedepan PKS berharap agar Pimpinan MPR terpilih tetap konsisten untuk membangun kemajuan dan kesatuan bangsa.

PK-Sejahtera Online: Walaupun hampir seluruh fraksi MPR mengajukan calon paket tunggal dengan komposisi Taufik Kiemas (PDIP) sebagai Ketua, dan wakil yang terdiri dari Hj. Meilani Leimena, Hajrianto Tohari, Lukman Hakim Syaefuddin (PPP), dan Ahmad Farhan Hamid (DPD), namun PKS menyatakan diri ''Abstain'' tidak ikut mencalonkan.

Presiden PKS Tifatul Sembiring menyampaikan, setelah PKB mundur dari paket PKS, PKB dan tiga dari DPD, maka akhirnya paket kehilangan magnitudenya, sehingga diputuskan abstain. Namun Tifatul sangat menyayangkan, kurang terakomodasinya utusan dari DPD yang mencerminkan keterwakilan daerah secara seimbang.

''Pak Farhan Hamid memang dari DPD NAD, namun secara umum sdh diketahui bahwa ybs adalah politisi yg berasal dari PAN'', ujar Tifatul.

Tifatul pun ikut mengucapkan selamat kepada Ketua MPR terpilih Taufik Kiemas, dan menegaskan bahwa paket Hidayat Nurwahid yang dirancang semula, tetap dalam komitmen NKRI.

''Tidak benar Pak Hidayat itu ancaman thd NKRI, justru dimasa kepemimpinan beliaulah, sosialisasi UUD intensif disampaikan'', pungkas Tifatul.

Kedepan PKS berharap agar Pimpinan MPR terpilih tetap konsisten untuk membangun kemajuan dan kesatuan bangsa.

Anggota Dewan dari PKS Potong Gaji untuk Korban Gempa

TEMPO Interaktif, Gorontalo - Sejumlah anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera di Gorontalo, dipotong gajinya untuk membantu korban gempa di Kota Padang, Sumatera Barat. “Kami sudah melakukan rapat, dan hasilnya setiap anggota dewan dari PKS siap dipotong gajinya untuk korban gempa,” kata Abdurahman Bahmid, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Gorontalo, Sabtu (3/10).

Hanya saja dia enggan menyebutkan besaran gaji yang akan dipotong tersebut. Dia mengatakan, jumlah anggota dewan dari partainya yang akan membantu korban gempa adalah sebelas orang.

“Total anggota dewan dari PKS di Gorontalo itu hanya sebelas orang,” kata Abdurahman Bahmid yang tercatat sebagai anggota dewan tingkat Provinsi itu.

Taufiqurahman, salah seorang anggota dewan PKS tingkat Kota Gorontalo, mengakui bahwa dirinya siap dipotong gajinya untuk membantu korban gempa.“Ini sudah rutin kami lakukan setiap ada bencana,” kata Taufiqurahman.

Dia mengatakan, selain itu, PKS Gorontalo akan mengirimkan tenaga relawan dan tenaga medis ke Padang jika dibutuhkan. “Tapi sejauh ini kami masih menunggu instruksi dari DPP,” kata dia.

Kamis, 01 Oktober 2009

Tifatul: Cari Uang Jangan di DPR

Anggota FPKS DPR menyumbangkan uang representasi kepada korban bencana gempa di Padang, Sumbar.


INILAH.COM, Jakarta - Anggota FPKS DPR menyumbangkan uang representasi kepada korban bencana gempa di Padang, Sumbar. Uang ini akan disumbangkan langsung beserta barang-barang kebutuhan sehari-hari. Mereka diingatkan untuk tidak mencari uang di DPR.

"Anggota dewan yang terpilih menjabat di DPR periode 2009-2014 harus senantiasa membantu kesulitan korban gempa. Jangan melakukan korupsi. Kalau mau cari uang, jangan jadi anggota DPR," ujar Presiden PKS Tifatul Sembiring usai sidang pelantikan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10).

PKS, lanjut dia, prihatin dengan nasib para korban gempa di Padang. Untuk itu pihaknya kami akan menyumbangkan uang representasi senilai Rp 50 juta.

Terkait pencalonan ketua MPR, Tifatul mengatakan, partainya tetap akan mengusung Hidayat Nurwahid. Meskipun tak didukung Partai Demokrat, PKS tetap yakin dan maju terus terhadap pencalonan Hidayat mengalahkan saingan terberatnya Taufiq Kiemas dari PDIP.

"Ini akan kita konsolidasikan ke parpol anggota koalisi," tandasnya

Berbagi dengan Sesama

Berbagi dengan Sesama