I made this widget at MyFlashFetish.com.


Kamis, 08 Oktober 2009

PKS Sambut Positif Aburizal Bakrie


VIVAnews – DPP Partai Keadilan Sejahtera mengapresiasi terpilihnya Aburizal Bakrie menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2009-2014 dalam Musyawarah Nasional di Pekanbaru, Riau.

“Asalkan sesuai prosedur yang dibikin oleh Partai Golkar. Kami menghormati proses. Selamat,” kata Ahmad Mabruri, juru bicara DPP Partai PKS, Kamis 8 Oktober 2009.

Selanjutnya, Mabruri mengatakan belum dapat menganalisis lebih jauh mengenai bagaimana partai berlambang pohon beringin itu ke depan dalam genggaman Aburizal. Sebab, dia belum mengetahui bagaimana program detail Aburizal.

Mabruri menambahkan Aburizal merupakan pemimpin yang memiliki tipikal sama seperti Jusuf Kalla, Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2004-2009. Mereka sama-sama pengusaha.

“Tentu beda dengan cara pandang Akbar Tanjung (Ketua Umum DPP Partai Golkar periode (1998-2004) sebagai politisi tulen,” katanya.

Mabruri hanya dapat menilai secara umum bahwa kepemimpinan Aburizal ini tentu akan membawa dampak-dampak ke partai. Hanya saja, pengaruhnya seperti apa pada periode 2009-2014, hal itu hanya dapat diketahui melalui perjalanan partai itu.

Selanjutnya, DPP PKS berharap semua partai politik semakin tumbuh dan kokoh. Selain itu terus melakukan proses demokratisasi sehingga semakin baik.

“Supaya jadi contoh masyarakat bahwa partai bukan hanya untuk cari kekuasaan, tapi untuk pembekalan dan pengkaderan.”

Jika hal itu terbentuk, kata Mabruri, maka masyarakat Indonesia atidak akan apolitis lagi. Sebaliknya, kalau kemudian yang telihat di masyarakat bahwa partai hanya sekedar untuk bagi-bagi kekuasaan, ambisi, tidak ada proses pembekalan dan pengkaderan, maka yang terjadi adalah massa apolitis.

Aburizal memenangkan bursa pemilihan ketua partai berlambang pohon beringin setelah berhasil melewati tiga calon lainnya.

Dalam pemungutan suara, dari 536 suara suara DPD I, DPD II dan organisasi pendiri dan organisasi massa Partai Golkar, Aburizal mengumpulkan 296 suara.

Sedangkan calon terkuat Surya Paloh, hanya berhasil menggalang 240 suara. Sedangkan Yuddy dan Tommy tidak memperoleh suara dalam pemungutan suara

http://politik.vivanews.com/news/read/95401-pks_sambut_positif_aburizal_bakrie

Presiden PKS Akan Buka Rakernas Besok

Presiden PKS, Tifatul Sembiring akan membuka Rakernas (Rapat Kerja Nasional) PKS yang akan dimulai Jumat besok (9/10) di Hotel Atlet Century, Jakarta. Tifatul secara resmi akan membuka Rakernas ini pada pukul 16.00 wib.


PK-Sejahtera Online: Rakernas kali ini merupakan ajang konsolidasi nasional pertama kader PKS pasca pemilu Juli 2009 lalu.

Musholli ketua DPP Bidang Kesra yang didapuk menjadi ketua panitia Rakernas mengatakan bahwa utusan dari 33 provinsi sudah siap hadir untuk menyukseskan Rakernas PKS.

"Ini merupakan acara konsolidasi Nasional pertama bagi PKS pasca pemilu kemarin. Sekaligus menyiapkan kajian dan strategi untuk menghadapi pemilu 2014 nanti," papar Musholli.

Rakernas akan diikuti 180 peserta yang terdiri dari 99 unsur DPW (Dewan Pengurus Wilayah) dan sisanya sekitar 81 orang, merupakan utusan DPP, MPP, dan DSP.

Agenda penting dalam Rakernas ini adalah penyiapan bahan dan kertas kerja untuk pelaksanaan Munas (Musyawarah Nasional) 2010.

"Kita ingin munas 2010 nanti sudah siap dengan bahan yang matang untuk digodok menjadi strategi di Pemilu 2014, semua utusan DPW akan memeberikan masukan buat DPP dan sekaligus melaporkan pelaksanaan pemilu kemarin," terang Musholli.

Selain acara rapat kerja, PKS juga akan menggelar diskusi yang bertajuk "Meramal Nasib PKS di Pemilu 2014 melalui Terawangan Pimpinan Media Massa" pada Ahad lusa (11/10) pukul 09.30 wib.

Menurut Mabruri humas PKS acara diskusi ini sengaja dibuat agar PKS mendapatkan input berharga dari pengelola media.

"Teman-teman media biasanya punya data dan ingatan yang kuat tentang sepak terjang parpol. Jadi penting bagi PKS untuk mendengarkan kritik mereka," tambah Mabruri.

Selasa, 06 Oktober 2009

Habib Aboe Bakar Al Habsy calon Kalsel 1


Habib Aboe Bakar Al Habsy, anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disepakati menjadi Clon Gubernur Kalsel dari partai ini. Sedangkan untuk calon wakil, jika mengajukan calon orang nomor satu di bumi Lambung Mangkurat pada 2010 tidak kesampaian, maka disiapkan beberapa kader untuk diusung sebagai calon wakil gubernur saja.

"Target minimal kita (PKS Kalsel) cukup menduduki orang nomor dua di Pemprov Kalsel, tapi tidak menutup kemungkinan kita juga melirik jabatan orang nomor satu" ujar Ibnu Sina. Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) DPW PKS Kalsel ini membeberkan, mencapai target politik yang diinginkan, PKS melakukan pendekatan alias lobi politik secara tak resmi dengan partai politik lainnya sebagai langkah koalisi. Tindakan berkoalisi meti dilakoni, sebab kursi PKS di DPRD Kalsel tidak mencukupi untuk mengusung satu paket pasangan cagub-cawagub. Ada tujuh kursi dipegang PKS Kalsel.

Lantas, siapa saja kader PKS yang disiapkan menjadi Kalsel 2? Riyadi (Ketua DPW PKS Kalsel), H. Alwi Sahlan (Wakil Walikota Banjarmasin), Riswandi, Ibnu Sina dan H. Husaini Suni (ketiganya anggota DPRD Kalsel).

Etnis Tionghoa: Kalau PKS Saya Percaya

Tak jarang para pengendara sengaja memanggil sukarelawa PKS, padahal sebelumnya sudah mondar-mandir sukarelawan organisasi lain ke dekat mobil atau motornya.


PK-Sejahtera Online: Joko dan seorang pengendara mobil mewah beradu tatap. Tangan si pengendara keturunan Tionghoa kemudian mulai merogoh sakunya. Namun mendadak berhenti. Berganti matanya serius mengeja huruf demi huruf di kertas yang menempel di kardus milik Joko. Tak lama, ia pun mulai membuka perlahan kaca mobilnya seraya memasukan Rp 50 ribu ke kardus, sambil bertutur “Kalau PKS saya percaya”.

Itulah sekelumit kisah penggalangan dana yang dilakukan kader-kader PKS Batam untuk membantu para korban gempa bumi berkekuatan 7,6 skala richter yang mengguncang beberapa wilayah di Sumatra Barat. Dari menjelang siang sampai malam mereka bergantian “shift” mengejawantahkan kepedulian.

Gempa yang diprediksikan bakal merenggut sekira 4000 nyawa ini memang begitu menyedot perhatian dan empati. Di jalanan Batam pun ada begitu banyak organisasi yang ikut turun ke jalan menggalang dana bantuan.

Namun “nama besar” PKS rupanya masih bisa diandalkan oleh para “donator jalanan”. Buktinya banyak sekali para penyumbang yang membaca dahulu kalimat yang lekat di kardus para sukarelawan. Tak jarang para pengendara sengaja memanggil sukarelawan PKS, padahal sebelumnya sudah mondar-mandir sukarelawan organisasi lain ke dekat mobil atau motornya.

Di sela-sela lampu hijau, seorang sukarelawan curhat. Siswi OSIS SMP Islam Terpadu di bilangan Tiban itu mengatakan, “Om kok bisa dapat banyak sih?” “Yang gesit dan kasih senyum dong”, jawab saya sekenanya. Meski dalam hati menduga, ini lebih karena faktor “bendera” PKS.

Meski ada juga sebagaian pengendara yang apatis atau bahkan tidak menaruh kepercayaan. Itu adalah bagian dari potret hidup kehidupan dalam memandang suatu kejadian.

Penjual Koran dan minuman pun “welcome” dengan keberadaan sukarelawan PKS. Sering kali ia memanggil saya memberi tahu ada pengendara yang akan kasih bantuan, meski ia harus gigit jari jajakannya sementara tak laku.

Dan ada satu hal yang membuatnya dapat pelajaran, yaitu setiap waktu sholat tiba para sukarelawan PKS itu menghentikan aktivitas penggalangan dana. Mereka berganti menggalang pahala menunaikan kewajiban kepada Tuhannya. Sholat dulu pak. I … iya, jawab penjual Koran terbata-bata.

Ungkapan seorang keturunan Tionghoa itu adalah sebuah harapan. “Takjubnya” tukang Koran melihat kita berhenti dan bergegas sholat juga adalah sebuah keluarbiasaan. Dan itu hanya bagian kecil dari masyarakat yang memilki asa yang sama kepada PKS. Semoga dapat kita bisa menjaga dan menularkannya. (isy)

Presiden PKS Kunjungi Korban Gempa

"Ada 467 relawan, Bantuan berupa uang 500 juta rupiah, tenda darurat, dapur umum dan Rumah Sakit darurat bekerjasama dengan BSMI. Sertaan 8 unit ambulans. Sementara ini, ada 13 Posko PKS di Padang, 15 posko di Pariaman dan 3 posko di Kabupaten Agam", pungkasnya.

PK-Sejahtera Online: Presiden PKS Tifatul Sembiring, Senin (5/9) mengunjungi korban Gempa di Kelurahan Tarantang, Kecamatan Lubuak Kilangan, Padang, Sumatera Barat. Dalam kesempatan itu Tifatul menyerahkan bantuan sembako.

Daerah Tarantang ini termasuk kawasan sangat parah, namun karena lokasinya agak ke kampung, sehingga bantuanpun sangat minim. Pada saat berdialog dg warga setempat, salah seorang ibu mengeluhkan belum adanya bantuan dari Pemerintah maupun dari para relawan.

Pada kesempatan itu Tifatul membagi2kan uang pecahan Rp 5.000 untuk anak2 korban gempa setempat, mereka sontak berlarian untuk mendapatkan uang Rp 5.000 tersebut.

"Ini sekedar menghibur hati anak2", ujar Tifatul.

Ketika ditanya wartawan, berapa jumlah kader PKS yang diturunkan pd masa tanggap darurat ini. "Ada 467 relawan, Bantuan berupa uang 500 juta rupiah, tenda darurat, dapur umum dan Rumah Sakit darurat bekerjasama dengan BSMI. Sertaan 8 unit ambulans. Sementara ini, ada 13 Posko PKS di Padang, 15 posko di Pariaman dan 3 posko di Kabupaten Agam", pungkasnya.

Tifatul meminta pemerintah, khususnya Depsos, untuk segera meminta bantuan aparat TNI/Polri, yang lebih gesit bekerja membantu distribusi bantuan. "Saya dengar bantuan di gudang sudah menumpuk, tapi di daerah Pariaman masih banyak yang tidak kebagian jatah makanan, untuk tanggap darurat ini perlu memotong rantai2 birokrasi dan terobosan2 yang lebih efektif", ujar Tifatul

Senin, 05 Oktober 2009

Melunak, PKS Bantah Dapat Kepastian Hidayat Jadi Menteri

"Kami memutuskan tidak mengusulkan calon pimpinan MPR 2009-2014. Meski demikan kami tetap menghormati persidangan ini," kata Zulkieflimansyah saat menyampaikan pandangan fraksinya.

Jakarta - Dalam sidang paripurna pemilihan pimpinan MPR, PKS abstain dan tidak mengajukan nama-nama calon pimpinan. Padahal, sebelumnya partai dakwah ini ngotot memajukan anggota majelis syuronya Hidayat Nur Wahid sebagai Ketua MPR.

Wasekjen PKS Zulkieflimansyah membantah melunaknya sikap tersebut dikarenakan PKS sudah mendapat kepastian dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahwa Hidayat akan menjadi menteri dalam kabinet mendatang.

"Nggak, nggak (ada kepastian), biasa-biasa saja. Kita ingin memuliakan kebersamaan," kata Zulkieflimansyah saat dihubungi detikcom, Senin (5/10/2009).

Zul, sapaan akrabnya, juga menambahkan belum ada pembicaraan antara PKS dan SBY terkait menteri dan kabinet mendatang.

"Belum. Itu urusan SBY dan Tifatul (Presiden PKS-red)," ujarnya.

Dalam sidang paripurna pemilihan pimpinan MPR 3 Oktober malam, semua fraksi kecuali PKS mengusulkan 1 paket calon pimpinan dengan nama-nama yang sama. Mereka adalah Taufiq Kiemas (Ketua MPR), Hajriyanto Tohari (Wakil Ketua dari Golkar), Melani Lemeina Suharli (Wakil Ketua dari Demokrat) dan Lukman Hakim Saefuddin (Wakil Ketua dari PPP), dan Farhan Hamid (Wakil Ketua dari DPD).

"Kami memutuskan tidak mengusulkan calon pimpinan MPR 2009-2014. Meski demikan kami tetap menghormati persidangan ini," kata Zulkieflimansyah saat menyampaikan pandangan fraksinya.

Meski demikian, PKS berharap ke depan pimpinan MPR dapat menjaga ideologi Pancasila dan mengawal keutuhan bangsa dalam bingkai kebhinnekaan.

Minggu, 04 Oktober 2009

Awan Subarkah Wakil Ketua DPRD, M. Fauzan Ketua Fraksi


"Kombinasi Awan Subarkah, S.TP dan M. Fauzan, diharapkan memberi dampak positif terhadap peningkatan kinerja PKS di parlemen," ungkapnya lagi.

Posisi wakil ketua DPRD Kota dan Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Banjarmasin akhirnya ditetapkan. Dalam keputusannya, Ketua DPD PKS Kota Banjarmasin, H. Haryanto, juga menyampaikan komposisi Fraksi PKS DPRD Kota Banjarmasin.

Adapun komposisi Fraksi PKS DPRD Kota Banjarmasin :
- M. Fauzan (Dapil Banjarmasin Tengah)
- Mathari, S. Ag (Dapil Banjarmasin Barat)
- H. Mushaffa Zakir, Lc (Dapil Banjarmasin Utara)
- Awan Subarkah, S.TP (Dapil banjarmasin Timur)
- Aliansyah (Dapil Banjarmasin Selatan)

Berbagi dengan Sesama

Berbagi dengan Sesama